Terletak di distrik Aksy di wilayah Jalal-Abad, Kyzyl-Beyit adalah sebuah desa dengan geografi yang unik. Diapit oleh pegunungan di satu sisi dan dipisahkan dari daratan oleh Sungai Naryn di sisi lain. Koneksi utama ke dunia luar bergantung pada feri dan kapal.
Dulunya merupakan desa yang berkembang pesat di saat mobil belum ada, dan mengandalkan kuda dan keledai sebagai alat transportasi utama, nasib Kyzyl-Beyit bergeser seiring melemahnya hubungan antara desa dan daratan. Perlahan-lahan, populasinya menyusut, dan keunggulannya pun berkurang.
Rumah-rumah bertengger di daerah perbukitan karena langkanya lahan datar. Penduduknya memelihara kambing dan sapi, menghasilkan susu dan mentega sebagai mata pencaharian mereka. Bagi mereka yang mencari ketenangan, Kyzyl-Beyit menawarkan ketenangan dari hiruk pikuk perkotaan, meski disertai ketidaknyamanan.
Saat ini, karena kekurangan listrik, desa ini bergantung pada energi matahari untuk penerangan, menonton televisi, dan mengisi daya ponsel. Meskipun malam tanpa listrik mungkin terasa tidak nyaman bagi masyarakat modern, ini adalah kesempatan untuk menikmati kesederhanaan alam di bawah langit berbintang, jauh dari hiruk pikuk kota.







